KERAJAAN KANGAE JATUH KE TANGAN BELANDA

Kangae adalah sebuah kerajaan tradisional, yang didirikan oleh Moa Bemu Aja, seorang keturunan RaE Raja asal dari Banggala-Siam Umalaju (Bangladesh) seputar tahun 900, wilayahnya mencakup wilayah Hook Hewer Kringa, Werang, Doreng, Waigete, Wolokoli, Hewokloang, Ili, Wetakara, Nele, Koting dan Nita, atau disebut Nulan Ular Tana Loran. Kerajaan KangaE mencatat 38 Raja Adat dan seorang Raja Koloni Belanda yakni Ratu Nai Juje (1902-1925).

Pada tahun 1600-an Portugis mendirikan kerajaan Sikka diNatar Sikka dan kerajaan Nita di wilayah Hoak Hewe Nita. Dengan demikian sejak tahun 1600-an Nuhan Ular Tana Loran telah terbagi atas 3 wilayah kerajaan yakni kerajaan tradisional KangaE Aradae, dan 2 kerajaan koloni Portugis yakni kerajaan Sikka dan kerajaan Nita.

Pada tahun 1859 Portugis dan Belanda mengakhiri persengketaan mereka atas tanah jajahan di wilayah Hindia Timur, melalui kesepakatan Lisabon. Portugis menyerahkan Hindia Timur kepada Belanda kecuali Tomor-Timur. Dengan itu Belanda mulai berusaha masuk ke Hindia Timur termasuk Sunda Kecil ( Nusa Tenggara). Namun Belanda masih menghadapi perlawanan dari raja-raja setempat. Kerajaan Sikka dan Nita sebagai koloni Portugis, baru secara resmi diserahkan kepada Belanda pada 11 September 1885. Raja Andreas Jati da Silva dilantik menjadi Raja Sikka. Dan raja Juang Ngaris da Silva dilantik menjadi Raja Nita. Wilayah Kerajaan Sikka yang meliputi Natar Sikka kini bertambah luas dengan masuknya Hoak Hewer Kotin dan Nele ke Kerajaan Sikka. Dengan ini ibu kota kerajaan Sikka dipindahkan dari Natar Sikka ke Nuba Nanga Alok Wolokoli, yang kemudian menjadi Kota Maumere. Continue reading

TNI melaksanakan program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Desa Hokor dan Desa Sikka sejak 11 April hingga 3 Mei 2011 dengan sasaran kegiatan mengerjakan ruas jalan Hokor-Wujur sepanjang 2 km, membangun satu unit jembatan, dan 3 unit crossway. Kegiatan TMMD ini berhasil membuka isolasi di wilayah itu sehingga untuk pertama kali dalam sejarah Dusun Wukur, Desa Sikka, Kecamatan Lela sejak Senin (2/5) sudah bisa didatangi  mobil Avansa.
Kegiatan TMMD ini ditutup oleh Wakil Bupati Sikka Wera Damianus bertempat di Halaman SDK Wukur, Selasa (3/5). Hadir dalam acara penutupan ini, Kapolres Sikka AKBP Ghiri Prawijaya, Kasdim 1603 Sikka Mayor ARM Syafei, Asisten II Blasius Pedor, Asisten III Petrus da Silva, Kadis Sosnakertrans Gregorius Rehi, Kaban Sospollinmas Simeon, Kadis Kehutanan Agus Lero da Cunha, Kadispenduk Fransisco da Gomez, Kabag Pembangunan Yakobus Regang, Kabag Tata Pemerintahan Konstantia Arankoja, Kabag Humas Markus Welung, Kabag Kemasyarakat Silvanus M Tibo, Camat Lela Frans Paceli, Pastor Paroki Sikka Romo Felix Rongeytu Pr, unsur Muspika Kecamatan Lela, jajaran TNI AD, TNI AL.
Berkat kegiatan TMMD ini, kampung Wukur yang dihuni 53 kepala keluarga atau 293 jiwa sudah bisa dilalui sepeda motor dari arah Sikka-Wukur, dan uji coba dilalui  kendaraan roda empat dari arah Hokor, Desa Bola ke arah Wukur Desa Sikka. Continue reading

BEMU AJA ASAL BENGGALA PENDIRI KERAJAAN KANGAE – ARADAE

Longginus Diogo


Kisah tradisi lisan warisan budaya Lepo Meken menuturkan kisah Moan Bemu Aja seorang keturunan dari Moan RaE Raja asal Buanggala (Benggala = Bangladesh). Moan Bemu Aja terdampar di soda Otang Watumilok. Sebuah Nuba Nunga milik Wolon Meken Detun.
Kisah itu tertuang dalam syair – syair adat berikut ini :

1. Wake Ratu Puku Nulu =Kuangkat Ratu perdana
Ama Raja Bano Wao =Ayahanda Raja Pemula
Ama Moan Bemu Aja =Ayahanda Bemu Aja
Ama RaE Raja Nian =Ayah dari buminya RaE Raja
Ratu Mitan Tawa Tana =Ratu pribumi asal -tanah
Meken Detun Wololaru =Meken Detun Wololaru
KangaE AradaE =KangaE AradaE

2. Ngen amin lau siam umalaya =Asal kami dari Siam Umalaya
Lau Buju Boja Bara Laka =Dari Buju Boja Bara Laka
Lau Sina Sipa malaka =Dari Sina Sipa malaka
Nora urut bleme lemer =Ketika longsor menenggelamkan
Lau Buanggala Blabat Bitak =Buanggala terpecah belah
Lau sali selong lagan taak =Saliselong hancur berantakan
Ami mapa bapa lau ma =Kami mengungsi ke sini
Mora tena mengun blebo =Dengan perahu bertiang rapuh
Jang dokong blon =Perahu batang panjang
Lolo lalang =melaju lancar Continue reading

LAI MEKEN PEMIMPIN PERDANA TUAN TANA ASAL TANA DI MEKEN DETUN

Oleh LONGGINUS DIOGO

Kisah Lai Meken Pemimpin Perdana Tuan Tana Asal Tana di Meken Detun ini terdapat dalam Naruk Duan Moan Latung Lawang Lepo Meken, didesa Meken Detun Kecamatan KangaE, Kabupaten Sikka. Dalam Latung Lawangnya disebut LAI MEKEN MOAN PUAN TANA PUAN TAWA TANA, selengkapnya dituturkan sebagai berikut :

Gu Wua Men Lai Lamen -Dan kulahirkan seorang putra
LAI MEKEN MOAN PUAN -LAI MEKEN PEMIMPIN PERDANA
TANA PUAN TAWA TANA -TUAN TANA ASAL TANA
Lai neper puan -Putra yang terampil
Nain due nein deri -Pewaris semua peninggalan
Doe nian ngen tana dadin -Penguasa wilayah dan negeri
Ei Mein Erin Meluk -Di Mein Erin yang elok Continue reading

DUA KROWE MANUSIA ASAL TANAH DI MEKEN DETUN WOLOLARU

oleh Longginus Diogo

Kisah tradisi lisan lepo meken, desa Meken Detun, kecamatan Kangae, Kab. Sikka, bertutur tentang adanya DUA KROWE DUA TAWA TANA (dua krowe perempuan asal tanah ) di kawasan Meken Detun-Nuhan Ular Tana Loran. Dua krowe inilah menjadi leluhur pertama dari dua etnis penduduk asli di Nuhan Ular Tana Loran. Yaitu Etnis Krowe dan Etnis Krowin.
Naruk Duan Moan Latung Lawang atau kisah tradisi lisan itu bertutur sebagai berikut:

Au lai laka moan lalang - Aku putra laka lalang
Nuhu ora ata liman blon - Perang dengan orang tangan panjang
Ata epak klewang - Dan bertelapak lebar
Atan saben rigan - Orang berbulu kasar
Mole unur leen - Dan berkuku runcing
Ata ikit etan lea mein - Pemangsa daging,peminum darah
Ata higi mitan - Orang pengecup hitam
Ata here meran - Orang pencedok merah
Ata wada ponun koparaE - Kuntilanak koparaE Continue reading